*TIDAK MENDENDAM, TETAPI BERSABAR*
*TIDAK MENDENDAM, TETAPI BERSABAR*
Kita tidak dianjurkan menjadi seorang pendendam. Sebaliknya, kita diajarkan bersabar dalam menghadapi kejahatan. *“Dan, jika kamu membalas, balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi, jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar.”*(Q.S. An-Nahl: 126)._
MESKI sudah bersabar, rasa kesal dan sakit hati sulit dihilangkan begitu saja. Untuk meredamnya, ada cara balas dendam terbaik. Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, *_“Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik.”_*
MELALUI perkataannya tersebut, Ali bin Abi Thalib mengingatkan bahwa Allah telah memerintahkan umat-Nya untuk membalas keburukan dengan kebaikan. Sebab, sesungguhnya, kebaikanlah yang dapat menghilangkan keburukan.
JIKA seseorang melakukan keburukan, maka balaslah mereka dengan kebaikan. Allah berfiman (yang artinya), *_“….. maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) pahalanya dari Allah."_* (Q.S. Asyura: 40).
SEBAGAI contoh, seseorang pernah dirundung karena miskin. Alih-alih (boro-bor) balas dendam dengan menyakitinya balik, ia justru membuktikan bahwa dirinya jauh lebih baik daripada orang tersebut.
ORANG tersebut terus belajar dengan rajin hingga ketika dewasa dirinya tumbuh sebagai orang sukses. Sementara itu, orang-orang yang dahulu merundungnya, kini justru menjadi anak buahnya saat bekerja.
HAL itu sejalan dengan nasihat Nabi Muhammad SAW bahwa cara balas dendam terbaik adalah dengan menjadi jiwa yang pemaaf. *_“Tidakkah seseorang memaafkan kezaliman (terhadap dirinya) kecuali Allah akan menambah kemuliaannya.”_* (H.R. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi).
DI samping itu, bagi orang yang tidak membaas dendam, tambah Nabi Muhammad SAW, ada pahala baginya, *_"Apabila ada seseorang yang mencarimu atau menjelek-jelekanmu dengan aib yang ia ketahui ada padamu, janganlah kamu balas memburukkannya dengan aib yang kamu ketahui ada padanya. Maka, pahalanya untuk dirimu dan dosanya untuk dia.”_* (H.R. Ali Muhamili).
SEMOGA Allah rida menganugerahkan kepada kita semua: kesehatan, keselamatan, kebahagiaan, rahmat (kasih sayang-Nya), berkah (bertambahnya kebaikan), ampunan atas dosa-dosa kita, umur panjang, rezeki halal, serta kemudahan kemudahan mengarungi kehidupan
Comments
Post a Comment